JUDUL:
Baik-baik Saja, Katanya: Catatan Luka, Langkah, dan Cahaya yang Diam diam
Kita Rawat
Penulis:
Ifla Safitri
SINOPSIS:
"Baik-baik saja." Kalimat sederhana yang sering kita ucapkan, bahkan ketika sebenarnya hati sedang tidak baik-baik saja.
Ada luka yang tidak terlihat di balik senyum. Ada tangis yang disembunyikan di balik kesibukan. Ada rasa takut yang dipendam karena kita terlalu lama percaya bahwa menjadi kuat berarti tidak boleh mengeluh, tidak boleh gagal, dan tidak boleh terlihat rapuh.
Baik-Baik Saja, Katanya adalah catatan tentang luka, langkah, dan cahaya yang diam-diam kita rawat. Buku ini mengajak kita menyusuri berbagai ruang tempat luka tumbuh: rumah yang mengajarkan kita untuk diam, ekspektasi yang bukan milik kita, sekolah yang menuntut kesempurnaan, pertemanan yang berubah, cinta pertama yang patah, hingga media sosial yang membuat kita terus membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan orang lain.
Perjalanan kemudian membawa kita lebih dalam, berhadapan dengan cermin yang membuat kita meragukan diri, pikiran yang tak kunjung tenang di tengah malam, lelah yang dianggap biasa, kehilangan arah, hingga kesunyian seseorang yang terus berkata bahwa dirinya baik-baik saja.
Kita tidak harus selalu terlihat kuat. Kita tidak harus segera sembuh. Kita hanya perlu memberi diri sendiri izin untuk jujur, beristirahat, meminta pertolongan, dan melangkah kembali, sepelan apa pun.
Untuk kamu yang pernah tersenyum sambil menahan tangis, merasa tidak cukup baik, kehilangan arah, atau sekadar lelah menjadi kuat setiap hari, buku ini ingin mengatakan satu hal:
Kamu tidak sendirian. Luka boleh ada, tetapi ia tidak berhak menentukan ke mana kakimu melangkah.