Berani Bicara Aku tak suka candamu Kata-kata yang Menyakiti
JUDUL:
Berani Bicara “Aku tak suka candamu” Kata-kata yang Menyakiti
PENULIS:
Ida Putri Rarasati, S.Si., M.Pd
Ida Putriani, S.Pd., M.Pd
SINOPSIS:
Berani Bicara “Aku Tak Suka Candamu” merupakan buku cerita bergambar yang mengajak anak-anak memahami bahwa kata-kata dapat menyenangkan, tetapi juga dapat menyakiti. Melalui kisah Andri, seorang anak yang merasa tidak nyaman ketika teman-temannya menggunakan nama ayahnya sebagai bahan candaan, pembaca diajak belajar bahwa setiap anak berhak dipanggil dengan namanya sendiri. Dengan dukungan gurunya, Andri akhirnya berani menyampaikan perasaannya, sementara teman-temannya belajar memahami batas dalam bercanda dan pentingnya saling menghargai.
Kisah berikutnya menghadirkan Dena, anak ceria yang mulai merasa sedih ketika keluarganya menjadikan bentuk tubuh, rambut, dan cara bicaranya sebagai bahan gurauan. Candaan yang awalnya dianggap sebagai bentuk kasih sayang ternyata membuat Dena menarik diri dan kehilangan kepercayaan diri. Ketika Dena memberanikan diri mengungkapkan perasaannya, keluarganya menyadari kesalahan mereka dan belajar bahwa setiap anak memiliki keunikan yang patut dihargai, bukan dijadikan bahan ejekan.
Pada kisah terakhir, Gilang mengalami hal serupa di lapangan ketika kemampuan bermain futsalnya menjadi bahan ejekan teman-temannya. Ejekan yang terus-menerus membuat Gilang enggan bermain hingga akhirnya ia berani menunjukkan perasaannya. Dengan bantuan Kak Arif, teman-teman Gilang menyadari bahwa candaan mereka telah menyakiti hati. Mereka kemudian belajar memberikan dukungan dan semangat, sehingga kegiatan bermain kembali menjadi menyenangkan. Secara keseluruhan, buku ini menanamkan pesan tentang keberanian berbicara, empati, menghargai perbedaan, dan menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti orang lain.