BUTIRAN ASA YANG TERSERAK
JUDUL :
BUTIRAN ASA YANG TERSERAK
PENULIS :
ELPIDA YANTI, S.Pd.
SINOPSIS :
Nunik mulai mengumpulkan butiran beras yang berserakan di depan gudang beras. Menggunakan sapu kecil yang dibuatnya dari rumput seleguri yang diikat dengan tali rafia, dan sebuah kantong kresek kecil sebagai tempat menampung beras. Tapi, sebenarnya tak layak disebut beras, karena bercampur dengan batu-batu kecil yang jumlahnya tidak sedikit. Meski demikian, Nunik tetap bersyukur diperbolehkan mengumpulkan remah beras, sehingga dia bisa menyumpal perutnya dan Adi yang lapar.
“Lebih baik kau menikah saja denganku, hidupmu tak akan sengsara lagi,” ujar mandor Jaka lagi. Kemudian dia tertawa. Ada nada mengejek dari tawanya. Beberapa buruh pikul pun ikut menertawakan Nunik, tapi dia tidak peduli. Nunik hanya fokus pada butiran beras yang berserakan, yang baginya bagaikan butiran berlian yang sangat mahal harganya. Pun dia tidak tertarik untuk mendengarkan celoteh mandor Jaka yang selalu mengejeknya dengan ajakan menikah. Semua orang tahu, mandor Jaka itu mata keranjang. Sering gonta ganti istri. Penggalan kisah atau peristiwa yang kerap terjadi di sekitar kita yang kadang luput dari perhatian kita. Penting untuk kita baca, untuk menggali pesan moral yang ada di dalamnya.