KETAHANAN PANGAN DI TENGAH URBANISASI

Status :
Stok Tersedia
Kategori :
Pertanian
Rp. 72.000 Rp. 80.000
Qty :

Judul:

KETAHANAN PANGAN DI TENGAH URBANISASI

Penulis  :

Armansyah, Lamijo, Muamar Haqi, Ade Latifa Soetrisno, Bayu Setiawan, Dani Saputra, Andy Ahmad Zaelany, Sri Rum Giyarsih, Apit Fathurohman 

Sinopsis:

Urbanisasi mengubah cara kota memperoleh, mendistribusikan, dan mengonsumsi pangan. Ketika lahan produktif menyusut, rantai pasok memanjang, harga bergejolak, dan ketimpangan akses tetap berlangsung, ketahanan pangan tidak lagi cukup dipahami sebagai persoalan produksi. Pertanyaan yang lebih penting ialah apakah setiap orang dapat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, terjangkau, sesuai budaya, dan tetap tersedia ketika kota menghadapi perubahan atau krisis. Buku Ketahanan Pangan di Tengah Urbanisasi mengajak pembaca melihat pangan sebagai sebuah sistem. Pembahasan bergerak dari perubahan demografis dan spasial akibat urbanisasi, perjalanan program pangan perkotaan, strategi rumah tangga, kekuatan komunitas, hingga tata kelola kota yang menghubungkan pemerintah, pasar, masyarakat, akademisi, dan lingkungan. Berbagai tabel, kerangka analisis, indikator, serta peta jalan disajikan untuk membantu pembaca menghubungkan konsep dengan tindakan.
Pengalaman Bandung, Palembang, dan Denpasar memperlihatkan bahwa tidak ada satu model yang berlaku untuk semua kota. Buruan SAE, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, pemanfaatan pekarangan, kebun komunitas, hidroponik, koperasi, kelompok perempuan, hingga praktik sirkular menunjukkan beragam jalan menuju sistem pangan yang lebih tangguh. Urban farming ditempatkan secara proporsional: penting, tetapi bukan solusi tunggal. Nilainya justru terletak pada kemampuannya mempertemukan fungsi pangan, sosial, ekonomi, lingkungan, pendidikan, kesehatan, budaya, biodiversitas, resiliensi, dan inovasi. Ditulis sebagai buku referensi yang tetap dekat dengan praktik, buku ini relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, perencana, pemerintah daerah, penyuluh, penggerak komunitas, dan warga. Pesan utamanya sederhana: membangun ketahanan pangan dapat dimulai dari rumah tangga dan lingkungan terdekat, tetapi keberlanjutannya membutuhkan jaringan, kelembagaan, keadilan, data, serta tata kelola yang mampu bekerja lintas tingkat. Pangan untuk semua hanya mungkin ketika kota tidak sekadar menyediakan pangan, tetapi juga membangun sistem yang adil, sehat, adaptif, dan berkelanjutan.