Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Umum
Judul:
Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Umum
Penulis:
Prof. Dr. Marzuki, M.Ag.
Dr. Fungki Febiantoni, M.Pd.
Dr. Sulthon Abdul Aziz, M.S.I.
Dr. Budi Mulyono, S.Pd., M.Pd.
Sinopsis:
Buku "Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Umum" mengulas pentingnya penanaman sikap moderat di lingkungan akademik sebagai upaya merespons maraknya fenomena intoleransi, pemahaman keagamaan yang kaku, dan ancaman radikalisme di kalangan mahasiswa. Buku ini menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah memoderasi ajaran agama itu sendiri, melainkan meluruskan cara pandang dan perilaku keagamaan agar senantiasa berada di jalur tengah (wasathiyyah), adil, seimbang, dan menghargai keberagaman. Berlandaskan nilai teologis, sosiologis, dan historis Nusantara, penguatan ini berfokus pada empat indikator utama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap kebudayaan lokal.
Selain memetakan pemicu intoleransi yang kerap berakar dari cara pandang tekstual dan minimnya literasi keagamaan, buku ini menawarkan strategi komprehensif bagi perguruan tinggi untuk menjadi laboratorium penafsiran yang damai. Peran dosen dan institusi sangat sentral dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi melalui kurikulum Pendidikan Agama Islam, kegiatan kokurikuler, hingga pembentukan Rumah Moderasi Beragama sebagai pusat kajian dan dialog. Proses pembentukan karakter mahasiswa pun diarahkan secara bertahap melalui lima tahapan utama, yakni memahami, menerima, menghargai, menghormati, dan mengharmonisasi keberagaman.
Tidak hanya berfokus pada ruang fisik kampus, buku ini juga menekankan urgensi pemanfaatan ruang virtual untuk menyebarkan narasi keagamaan yang inklusif serta mengkonter ideologi ekstrem di media sosial. Secara keseluruhan, buku ini menyimpulkan bahwa penguatan moderasi beragama di perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi akademisi yang unggul secara intelektual dan spiritual. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan hubungan vertikal kepada Tuhan dan horizontal antarmanusia demi menjaga keutuhan serta kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia